Asal Usul dan Arti Nama Bali Wayan, Made, Ketut

Sumber gambar (ChatGPT Sora)

Om swastyastu

Semoga semeton dalam keadaan sehat dan berbahagia.

Walaupun tulisan ini tidak lengkap, semoga bermanfaaat dan menambah pengetahuan bersama.

Bali, pulau magis yang merajut suku, agama, budaya, adat, dan tradisi menjadi warna-warni yang tak dapat ditemukan di tempat lain. Di tengahnya, mengemuka nama-nama seperti Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut, yang tak hanya dapat kita jumpai di desa-desa dan kota-kota, tapi juga melanglang buana hingga ke pelosok Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Jawa, dan tanah lainnya di Indonesia.

Tak kalah menariknya, dalam kehidupan masyarakat Bali, terdapat konsep Catur Warna. Sebuah istilah  dari bahasa Sansekerta yang membawa kita pada empat pilihan hidup. 

Bakat (guna), keterampilan (karma), dan kualitas kerja menjadi dasar bagi setiap individu dalam memilih jejak hidupnya.

Penjelasan Mengenai Catur Warna

1. Brahmana: Masyarakat yang mengarungi lautan ilmu rohaniah dan keagamaan, melibatkan diri dalam peran-peran seperti Pandita dan Pinandita. Anak-anak mereka dianugerahi nama seperti Ida Bagus dan Ida Ayu, dengan rumahnya bernama Griya.

2. Ksatria: Keturunan raja, abdi kerajaan, dan prajurit, menjunjung tinggi nilai militer dan kepemimpinan. Anak-anak Ksatria membanggakan nama-nama seperti Anak Agung, Gusti Ngurah, dan Dewa Agung.

3. Waisya: Masyarakat bisnis, menggeluti niaga dan industri, mendedikasikan ilmu mereka untuk menghidupkan perekonomian. Anak-anak mereka membawa nama Ngakan, Kompyang, Sang, atau Si.

4. Sudra: Fokus pada pelayanan dan ketenagaan, keluar dari jejak kerajaan masa lalu. Anak-anak mereka, yang dikenal dengan nama-nama seperti Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut, memanggil tempat tinggal mereka Umah.

"Wayan, Made, Nyoman, Ketut" Apa sebenarnya maknanya?

Wayan: Dipanggil untuk anak pertama, berasal dari "Wayahan" yang berarti matang, besar, dan tua. Bagi laki-laki, panggilan akrabnya adalah Wayan atau Gede, sementara untuk perempuan disebut Putu atau Luh.

Made: Dipanggil untuk anak kedua, berasal dari "Madia" yang berarti tengah. Nama depan anak kedua bisa Made atau Kadek untuk laki-laki, dan Nengah untuk perempuan.

Nyoman: Dipanggil untuk anak ketiga, berasal dari kata "Uman" yang berarti sisa atau akhir. Sebuah pandangan hidup yang menganjurkan keluarga memiliki tiga anak.

Ketut: Dipanggil untuk anak keempat, berasal dari "Kitut" yang berarti kecil atau ujung terluar dari buah pisang. Ketut adalah si kecil tersayang, dianggap sebagai anak "bonus".

Mari terus mengeksplorasi dan merayakan kekayaan budaya Bali dalam langkah-langkah yang indah.

Om Santhi Santhi Santhi Om. 

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post